Minggu, 14 September 2014

Teh Jogjakarta - Teh Cap Daun Antana

Teh Yogyakarta - Cap Daun Antana

entah dimana lagi beli teh ini. saya dapatnya saat ada pameran pembangunan atau festival kesenian di jogja. saya benar-benar lupa. namun mata yg jeli dan terlatih masuk dan lihat-lihat pasar. saat mata menangkap bungkusan teh, langsung saja tanya harga 1 bungkusnya. memang harganya agak mahal dikit dibanding dengan teh produksi pantura (tegal, pekalongan dan sekitarnya).
2 bungkus teh cap daun antana
2 bungkus ini terbeli kurang lebih tahun 2007-2008. kemasan dah kumal karena ditumpuk-tumpuk dalam kardus dengan barang-barang lain. dan isi teh-nya juga kelihatannya kempes karena faktor kemampatan isi yang berubah karena waktu.
turusan, pendoworejo, girimulyo, kulon progo, YOGYAKARTA
jarang ada teh produksi Jogja. dulu ada teh cap mancing dekat tugu, sekarang tinggal bangunannya saja, kalo produksinya sudah tidak aktif lagi. teh cap daun antana mungkin merupakan salah satu produk herbal karena tidak dipasarkan di setiap pasar tradisional.
ada nomer hp-nya tuh jika minat. masih aktif atau tidak, silahkan coba sendiri ya...
kegunaan daun antana atau pegagan antara lain adalah sebagai antiinflamasi, antioksidan, antitumor, atau untuk meningkatkan daya ingat (susunan saraf pusat), TBC, eksem (luka terbuka), dan hepatitis. Hal itu berkaitan dengan kandungan senyawa yang dimiliki pegagan, yaitu asiaticiside, thankuniside, medecassoside, brahmoside, brahminoside, madastic acid, vitamin B1, B2, dan B6.

Teh Sumatra - Teh Kajoe Aro

kita melintas ke tanah sumatera. teh ini saya beli tahun 2004-2005 saat ada tugas pekerjaan ke daerah bukit tinggi - sumatera barat. diantar sama teman masuk supermarket, hanya teh ini yang aneh dan tak mudah ditemukan di tanah jawa. ya udah beli 2 jenis, masing-masing 2 buah. biasanya 1 untuk dipajang dan 1 bungkus dibuka untuk dites rasanya dan bungkusnya dibuka lemnya untuk disimpan di clear holder.
bagian samping
bagian samping dan bagian atas/bawah

namanya teh kayu aro. produksi di daerah kerinci - jambi tapi untuk pangsa pasar di tanah sumatera sangat menjanjikan. kondisi bungkus agak kusam karena sudah pindah-pindah temapt dan keluar masuk kardus. konon untuk grade atau KW1-nya sangat mahal dan hanya untuk konsumsi ekspor.
versi kuning
special blend
tapi untuk yg ini terus terang kedua-duanya belum saya coba. hanya sudah punya firasat bahwa teh ini rasanya seperti teh-teh produksi tanah sumatera. karena saya pernah tugas di daerah sumatera selama 12 bulan.

Berkunjung ke Pabrik Teh Kayu Aro

TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin tidak banyak orang kenal teh Kayu Aro yang ditanam di dataran tinggi lereng Gunung Kerinci, Jambi. Padahal, kayu aro merupakan teh terbaik Indonesia. Bahkan, di zaman kolonial, teh Kayu Aro menjadi minuman Ratu Inggris dan Ratu Belanda.

Dari Kayu Aro, minuman yang dihasilkan adalah teh ortodox atau teh hitam. Dulu, teh hitam ini berasal dari teh Assam, India. Kelebihan teh hitam ortodox ada pada rasa dan aroma. Keduanya begitu khas. Bahkan, keunggulan ini membuat produsen teh kemasan menjadikan teh Kayu Aro untuk bahan campuran utama untuk memperoleh cita rasa yang diinginkan.

Luas perkebunan teh Kayu Aro di lereng Gunung Kerinci mencapai 3.020 hektare. Itu merupakan salah satu hamparan perkebunan teh terluas di dunia. Kebun ini terletak di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl), hingga 1.600 mdpl. Kebun ini salah satu perkebunan teh tua di Indonesia, yang dibangun pada zaman kolonial Belanda.

Awalnya kawasan ini hanya hutan biasa. Perusahaan Belanda Namlodee Venotchaat Handle Verininging Amsterdam kemudian menyulapnya menjadi perkebunan teh pada 1925 hingga 1928. Pembukaan hutan Kerinci sebagai kebun penanaman teh dilakukan dengan mempekerjakan ratusan kuli kontrak asal Jawa. Proses penanaman teh dimulai pada 1929, sedangkan pabrik teh berdiri tahun 1932.

Dari tangan kolonial, pengelolaan perkebunan teh Kayu Aro beralih ke PT Perkebunan Nusantara VI. Hingga kini kebun teh serta pabrik tua peninggalan Belanda masih beroperasi.

Untuk menikmati hamparan kebun teh, masyarakat umum dapat langsung datang dan berwisata. Sedangkan bagi pengunjung yang berniat melihat proses pengolahan teh di pabrik Kayu Aro, mereka membutuhkan izin khusus dari perusahaan Nusantara. Soalnya, demi menjaga agar aroma teh tidak tercemar, tidak sembarang orang diizinkan masuk pabrik. Pekerja pabrik juga dilarang menggunakan kosmetik.

Di pabrik, daun segar yang baru dipetik akan melewati proses pelayuan di dalam bak-bak, yang di bawahnya dialiri udara panas. Setelah layu, dengan lori gantung, daun-daun itu diangkut ke tempat penggilingan. Lalu digiling dengan mesin.

Proses selanjutnya adalah fermentasi. Hasil gilingan diangin-anginkan di ruangan yang bersuhu dingin. Terakhir dikeringkan, istilahnya masuk ke penggorengan. Dengan mesin, bubuk teh akan dipisah berdasarkan mutu. Rata-rata setiap tahun kebun teh ini memproduksi 5.500 ton teh hitam. Sebagian diekspor ke Eropa, Rusia, Timur Tengah, Amerika Serikat, Asia Tengah, Pakistan, dan Asia Tenggara.

Tahap akhir dari proses ini adalah uji teh di ruang pengujian, yang dilakukan setiap hari. Tes itu dimulai dari dari pengujian penampakan partikel, uji rasa, aroma, warna air seduhan dan penampakan ampas seduhan. Menurut petugas tes teh, Jumiati, pengujian dilakukan sejak teh kering dari penggorengan. Tujuannya untuk mendeteksi jika ada perubahan mutu. Teh diuji sekali lagi sebelum dikemas.

Jumiati yang sudah belasan tahun menjadi tester teh, mengambil teko dan cangkir teh dan menyiramnya dengan air panas. Beberapa sendok teh grade satu, teh paling unggul, dimasukkan ke dalam teko. Butirannya tidak terlalu halus dan berwarna hitam. Lalu daun teh itu disiram air mendidih, ditutup selama tiga menit.

Setelah itu, Jumiati menuangkan cairan teh kemerahan ke cangkir porselin putih. Untuk pengujian, ia mencium aroma teh yang mengepul, dan mencecap airnya. Bila ada aroma yang aneh dan tidak sesuai standar, teh yang sudah jadi itu tidak jadi dijual. Mereka akan mencari penyebab keanehan.

Dari ruangan pengujian ini, terungkap rahasia cara menyeduh teh yang benar. "Jangan kelamaan menyeduhnya, nanti pahit, dan harus selalu dengan air mendidih," kata Jumiati.

Secangkir teh Kayu Aro yang berwarna kemerahan itu rasanya benar-benar beda dengan teh lain. Aroma dari uap air teh yang mengepul pun amat khas. Sayangnya, susah sekali mendapatkan teh kualitas grade satu di sini, sebab hanya dijual ke luar negeri.

Di Jambi dan Sumatera Barat, ada pula teh aro yang dijual dengan merek Teh Kajoe Aro. Meski beda kualitas, rasanya tidak jauh beda dengan teh ekspor itu.

(FEBRIANTI)

Teh Goro-goro (3 versi)

goro-goro dalam dunia pewayangan yakni saat munculnya punakawan; semar, gareng, petruk dan bagong. mereka berempatlah yang meramaikan dunia pewayangan dengan cerita-cerita luca dan lagu-lagu nyanyian dalam suasana suka cita.

goro-goro 3 ukuran
3 bungkus teh goro-goro dalam 3 ukuran yang berbeda. warna hijau untuk bungkus ukuran yg paling besar, warna merah untuk ukuran bungkus sedang dan warna kuning untuk bungkus kecil. banyak ditemukan di pasar bantul - jogja. saya sudah beli sekitar 10 tahun yg lalu. mungkin sekarang kemasannya sudah ada barcode-nya. belum ngecek lagi ke pasar.
ukuran kecil
warna biru pada foto dan tulisan
perhatikan foto babah-nya ya....
terus cek pada foto di ulasan Teh Tjap Tiga 9
ukuran sedang
warna merah pada tulisan dan biru pada foto
walau ada yg bungkusnya bersih tanpa noda, saya lebih suka nyimpen yang sudah bernoda, biar kesan lawas dan lusuhnya terakomodir.
ukuran besar
warna hijau pada tulisan dan foto
gambar babahnya sama atau tidak?

menurut ulasan chapter6o1.wordpress.com :
Dilihat dari desainnya, kemasan Teh Goro-goro masih sangat tradisional. Namun, desain kemasan ini tidak dapat dibilang sederhana karena tergolong rumit dengan gambar yang masih ilustratif dan rumit dengan banyak detail seperti sisik naga dan motif batik pada Punakawan yang digambar dengan teliti serta penggunaan warna yang beraneka ragam. Peran dari perpaduan antara desain budaya Tionghoa dan budaya Jawa pada kemasan ini sendiri ditujukan agar teh yang asalnya dari Daratan Cina dapat diterima dan dinikmati oleh masyarakat Jawa. Teh Goro-goro juga memiliki sejarah yang panjang dilihat dari foto pendiri yang sudah tua.

Teh Tiga Sembilan - produksi Pekalongan 2

bentuk lain dari teh produksi Bola Api, kalo tidak salah kemasan yg ini lebih besar sedikit dibanding dengan yg saya ulas dibawah. tapi tampilannya lebih mencolok untuk yg kemasan ini. perpaduan 3 warna : merah, kuning dan hijau (kaya lampu pengatur lalu lintas). tambah biru untuk eye catching.

triple 9
desain belum banyak yg beda dengan yang dibawah tp lebih ngejreng yg ini. saya sudah lupa dulu mendapatkannya dimana. mungdin di seputaran jogja saja. inisial GHS sama persis dengan pemilik pertama teh 999 yg produksi SURAKARTA (solo) Gie Hoo Seng. tapi apakah mereka 1 nama atau GHS disini apa panjangannya? saya tidak tahu persis.
G H S = G... H... S... ?
sekali lagi mohon perhatikan foto babah yg ada dalam bungkus ini ya, ntar akan ada foto yg sama untuk produk teh dengan merk yg lain.
Badan Usaha Teh Wangi 999

Alamat :
Jl. Ra Kartini No. 61-63
Kecamatan Pekalongan Timur, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah

Teh Tiga Sembilan - produksi Pekalongan 1

sampai saya unggah tulisan ini, saya belum menemukan link yang membahas atau memberikan informasi tentang perusahaan yang menghasilkan teh ini. jika dilihat sekilas, teh ini mirip yang di produksi di surakarta (solo). tapi untuk Tjap Tiga 9, teh ini diproduksi di pekalongan.

bola api 999
daerah pemasarnnya, saya hampir lupa. kalo tidak salah di solo, magelang dan kadang di jogja. bener2 lupa dimana saya mendapatkan teh ini. maklum dah 9 tahun lebih dapatnya. desainnya terdiri dari 2 warna saja tapi karena proses cetaknya sangat presisi jadi hasilnya juga menarik dan tidak menjemukan untuk dipandang.
perhatikan fotonya ya
saya ingatkan untuk memperhatikan foto babah yang dalam lingkaran bunga, nanti akan muncul juga pada teh merk lain yang masih 1 perusahaan. juga gambar pita yang bertuliskan 999-999-999. tapi pada sulur-sulurnya ya. akan tampak mirip dengan teh yang lain. Dikenal juga dengan Teh 99, Teh Songo-Songo, atau Teh Tiga Sembilan.
Layanan Konsumen & Pemasaran: (062)8123299314 atau (031)60240294
E-mail: marketing@teh999.com 

http://teh999.com/images/banner.jpg

Teh 999 - produksi Gie Hoo Seng 2 (Solo)

di bagian terdahulu, saya pernah memposting teh dengan merk 999 dalam 2 versi dan 1 versi dengan merk 666. 2 versi merupakan etiket yang merupakan sisipan saat beli 1 pack teh yang berisi 10 bungkus. sedang yang satunya merupakan kemasan kertas dalam bungkus kecil.

bekas bungkus teh 999

sekarang ini saya unggah bekas bungkus kemasan teh 999. tapi saya membelinya sekitar tahun 2003 di pasar gede solo. dan memang sesuai dengan tulisan yang tercantum dalam bungkusnya, ditempat lain tidak akan mudah mendapatkan teh merk ini.

passar gede - gedong gede - surakarta - indonesia

teh jang paling enak
motto : "teh jang paling enak" dari dulu hingga melewati masa millenium tidak pernah berubah, baik slogan dan hurufnya. masih menggunakan huruf J untuk menuliskan Y.  artinya ini sudah ada sebelum tahun 1972 donk. ini alamat pabriknya :
CV Teh Cakra Handaka ( Gie Hoo Seng)
Jl Ketandan no 69
Jebres - Solo (0271) 54124

Teh 999 - produksi Gie Hoo Seng 1 (Solo)

ada beberapa bungkus dan etiket teh yang dikeluarkan produsen teh surakarta. kemasan dan etiket ini mungkin berdar di tahun 70-an karena sampai saat ini sudah tidak dapat ditemukan lagi. hanya ada kemiripan dengan bentuk yang lalu. banyak menggunakan ikon angka 9 atau 6 sebagai lambang produksinya.

etiket yang ditambahkan untuk kemasan besar
untuk yang manggunakan angka 6 sebagai ikon juga digunakan sebagai lambang produksinya. memang ada kemiripan jika tidak diperhatikan tulisannya. perbedaannya mungkin untuk membedakan grade kenikmatan dan mutu teh. itu hanya tebakan saya saja.
etiket yang ditambahkan untuk kemasan besar
untuk kemasan yang kecil, yang biasanya per bungkus isi 10 buah. setahu saya untuk saat ini sudah tidak di produksi lagi.